azeliasarah's mind

exploration of my mind

Perbedaan Psikiater dan Psikolog

Nama : Azelia Sarah Yusufa
NPM : 11110265
Kelas : 3KA17
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen : Edy Prihantoro,SS.,MMSI
MHS : http://gunadarma.ac.id

Seringkali orang-orang beranggapan psikiater itu menyeramkan dan selalu berhubungan dengan “orang yang tidak waras” dan enggan memeriksakan diri ke psikiater , padahal sebenarnya tidak seperti itu dan tidak semenyeramkan itu.

Terdapat perbedaan yang signifikan pula antara psikolog dan psikiater , antara lain :

* Psikiater
Psikiater adalah profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional.
Psikiater adalah seorang sarjanan kedokteran (S1) yang melanjutkan ke bidang kedokteran jiwa (S2) atau sering dapat gelar ” Sp.KJ ”.
Sebagaimana halnya dokter, psikiater fokus terhadap penyebab biologis dari permasalahan kejiwaan. Masalah kejiwaan seseorang bisa disebabkan dan dipengaruhi oleh dua faktor besar, biologis dan psikososial (faktor lingkungan individu tersebut). Oleh karena itu dalam menangani permasalahan kejiwaan biasanya akan dilakukan dengan kedua pendekatan ini. Nah, psikiater menggunakan pendekatan biologis.
Hanya Psikiater yang boleh memberikan obat, karena ada latar belakang dokter.
Jadi tratment psikiater lebih kearah treatment dengan menggunakan obat obatan.
Psikiater juga mendalami hal gangguan mental seperti skizofrenia dan teman temannya.

* Psikolog
Ilmu psikologi adalah cabang ilmu sosial yang fokus untuk mempelajari manusia. Para psikolog adalah para lulusan S2 Profesi Psikologi. Gelar yang mereka miliki adalah Nama,M.Psi, Psikolog.
Psikolog tidak berhak memberikan obat karena mereka tidak belajar kedokteran. Psikolog ini mempunyai hak untuk mendignosis dan treatment psikolog lebih kearah orang normal yang tidak membutuhkan bantuan pengobatan.
Psikolog lebih bekerja dengan menggunakan PIKIRAN SADAR, jadi pikiran sadar yang diedukasi.
Kalau psikiater memiliki obat dan peralatan medik, maka psikolog memiliki terapi, konseling, intervensi dan alat tes. Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi.

Jadi kapan ke psikiater dan kapan ke psikolog?
Jawaban dari pertanyaan ini sebetulnya adalah bisa ke keduanya, karena keduanya mendalami ilmu kejiwaan. Namun, jika Anda merasa atau curiga bahwa permasalahan yang Anda alami didasari oleh faktor biologis, Anda sebaiknya ke psikiater. Sedangkan jika Anda merasa permasalahan Anda disebabkan oleh faktor selain biologis, Anda sebaiknya ke psikolog.

sumber :
http://hipnoterapijakartabekasi.com/hipnoterapi/beda-psikolog-psikiater-dan-praktisi-hipnoterapi-hipnoterapis/
http://www.memobee.com/psikolog-dan-psikiater-beda-atau-sama-704-sms.html

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: